Hotline: +6281210005154 support@jasaparalegal.co.id
Himbauan Bagi Pengguna Fintech

Pastikan Klausula Berikut Sebelum Menggunakan Pinjaman Online (FINTECH)

Meningkatnya beragam penyelenggaraan Fintech di masyarakat, kerap menimbulkan permasalahan hukum yang menyangkut legalitas dari badan usaha hingga permasalahan hukum perlindungan konsumen. Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan hukum para pelaku usaha dan pengguna financial technology di Indonesia.

Beragam penyelenggaraan financial technology mulai dari inovasi teknologi penyelenggaraan lembaga jasa keuangan serta inovasi teknologi finansial terkait pembayaran dan transfer serta pembiayaan dan investasi. Pada sektor pembiayaan dan investasi, fintech Peer-to-peer (P2P) lending, Crowdfunding, Supply Chain Finance dan sebagainya dan perkembangan fintech Information and Feeder Site, Robo Advisor dan Blockchain yang memudahkan konsumen keuangan untuk menggunakan produk dan jasa keuangan tersebut.

Perkembangan dan Permasalahan Pinjaman Online

Berkembangnya usaha financial technology juga diikuti oleh beragam permasalahan hukum yang menyangkut kepada konsumen, yang banyak dialami pada fintech P2P Lending. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, terdapat banyak laporan terkait pelangggaran dalam kegiatan financial technology P2P hingga yang memakan korban jiwa.

Lantaran dalam mendapatkan pinjaman online financial technology yang sangat mudah, yakni hanya dengan mengunduh aplikasinya, konsumen dapat meminjam sejumlah dana dengan menginput data Kartu Tanda Penduduk, nomor rekening dan foto diri kemudian dalam jangka waktu tertentu, pinjaman akan masuk ke dalam rekening peminjam dana.

Klausula Penting Dalam Menentukan Pinjaman Online

Pengguna pinjaman online wajib memastikan klausula berikut sebelum menentukan penyelenggara financial technolgy yang dipercayakan dalam meminjamkan dana kepada Anda sehingga Anda dapat terhindar dalam pelanggaran yang rentan dilakukan oleh penyelenggara Fintech. Anda wajib memastikan bahwa aplikasi penyelenggara fintech tersebut telah terdaftar di OJK dan legal. Setelah Anda memastikan bahwa penyelenggara fintech tersebut telah terdaftar di OJK, Anda wajib membaca setiap poin dalam perjanjian pinjam – meminjam tersebut dan bertanya kepada penyelenggara fintech apabila ada klausula yang dianggap dapat memberatkan konsumen. Apabila Anda telah memahami klausula dalam perjanjian tersebut, Anda dapat menyetujui pinjaman online tersebut dengan tetap berhati – hati pada setiap penawaran yang diberikan oleh penyelenggara financial technology.

Berdasarkan POJK 77/2016, Penyelenggara Fintech wajib untuk menyediakan informasi terkini yang jujur, jelas dan tidak menyesatkan kepada pengguna dan menyediakan seluruh informasi terkait penerimaan, penundaan atau penolakan terhadap pinjaman fintech tersebut. Penyelenggara financial technology juga wajib untuk memperhatikan kesesuaian antara kebutuhan dan kemampuan pengguna sehingga tidak menimbulkan permasalahan pinjaman macet di kemudian hari. Selain itu, penyelenggara financial technology wajib dalam menjaga kerahasian data dan melindungi data pribadi dari pengguna.

Apabila sebagai pengguna, Anda mendapati bahwa penyelenggara financial technology mengungkapkan data pribadi milik Anda, Anda dapat melaporkan hal tersebut kepada institusi yang berwenang yaitu Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga, Kewajiban Perusahaan Fintech P2P dalam Sertifikasi ISO 27001

Demikian Informasi mengenai Himbauan Bagi Pengguna Financial Technology. Semoga bermanfaat

Jasaparalegal, Legal Support Specialist

Share This
× How can we help you? Let's Chat